Pada Hari Kebangkitan Nasional kali ini yang jatuh pada hari Senin tanggal 21 Mei 2024 juga bertepatan dengan hari Senin sehingga peringatannya bisa diikuti banyak peserta dengan memakai baju Korpri telah bersiap sejak pukul 07.30 WIB di Halaman Kantor Kecamatan Sindang.
Tidak ketinggalan Kuwu Desa Dermayu beserta jajaran Perangkatnya lengkap mengikuti Apel Gabungan sekaligus Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 116 tahun 2024. Upacara kali ini di Pimpin oleh Camat Sindang dan sebagai petugas upacara staff serta pegawai di lingkungan Kecamatan Sindang
Isi Sambutan Menteri Kimunikasi Dan Informatika RI dalam Peringatan Ke 116 Hari Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas 20 Mei 2024 yang dibacakan oleh Camat Sindang sebagai pembina Upacara " Lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari berdirinya Boedi Otomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini.Organisasi Boedi Oetomo bermula dari sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia yang berkumpul mendirikan suatu organisasi modern. Banyak orang menaruh harapan pada organisasi ini dan menganggapnya sebagai motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda. Bahkan Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis Belanda, menyatakan: "Sesuatu yang ajaib sedang terjadi, Insulinde molek yang sedang tidur, sudah terbangun".
Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat Hindia Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayi atau bukan. Dari sana timbul pula pemikiran tentang pentingnya memperluas keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda"
Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79.5% dari total populasi. Ini diperkuat dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan meroket hingga 1 triliun USD pada Tahun 2030.