Tahun 2025 menjadi peringatan ke-117 sejak lahirnya organisasi Boedi Utomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak awal gerakan nasional terorganisir di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah merilis pedoman peringatan ke-117 Hari Kebangkitan Nasional. Tema yang diangkat tahun ini adalah "Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat".
Tema ini menggambarkan semangat kolektif seluruh komponen bangsa untuk bangkit dari berbagai tantangan dan bergerak maju menuju Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.
Eduard Douwes Dekker, melalui novel Max Havelaar, mengkritik sistem kolonial dan membuka mata Belanda akan penderitaan rakyat. Hal ini mendorong lahirnya kebijakan Politik Etis, yang terdiri atas tiga program utama irigasi, edukasi, dan transmigrasi. Meskipun belum merata, kebijakan ini membuka akses pendidikan bagi rakyat pribumi dan melahirkan kaum intelektual seperti Soetomo dan Wahidin.
Pada tahun 1948, Presiden Soekarno menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional untuk memperingati 40 tahun berdirinya Boedi Utomo. Penetapan resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959.
Pada Tahun 2025 kali ini peringatan Harkitnas jatuh pada hari selasa tanggal 20 mei 2025 dimana dikecamatan sindang diadakan upacara bendera dan sebagai petugas upacara semuanya dari unsur Sekretaris Desa dan bertindak sebagai inspektur upacara Camat Sindang.
Pemdes Dermayu tidak lupa turut andil dalam upacara bendera tersebut dipimpin langsung oleh Kuwu Desa Dermayu bapak Wasjudin, SP.